PRAKTIKUM DI LABORATORIUM TEKNIK KIMIA USU, DIBISNISKAN !

TINDAKAN TIDAK BERMORAL TERJADI DI LEMBAGA PENDIDIKAN.

Membaca masukan yang disampaikan oleh teman-teman melalui situs ini sungguh sangat mengejutkan beberapa alumni Teknik Kimia yang kami hubungi, mereka tidak menyangka bahwa di TK telah berlangsung PELACURAN pendidikan dalam pelaksanaan praktikum beberapa mata kuliah seperti yang kami paparkan dibawah ini.

Memang dulu sering kita lihat praktek pembisnisan praktikum di jurusan lain di Fakultas Teknik yang memang disiplin ilmu jurusan tersebut sangat universal dan mengambang maupun jurusan lain yang bersifat mekanis atau peristiwa fisika saja.

Namun bila pemanipulasian praktikum terjadi pada disiplin ilmu kimia yang merupakan peristiwa perubahan wujud/bentuk secara permanent atau abadi (Persenyawaan) maka hal itu sangat fatal bagi seorang mahasiswa dimana dia tidak mengenal bahan baku, tahapan proses, peralatan yang dipakai dan segala macam indicator-indikator sejak awal, pertengahan sampai selesainya suatu proses reaksi kimia.

Mahasiswa yang bersangkutan tidak memiliki ilmu kimia yang sepantasnya dan merupakan kewajiban seorang kimiawi teknik (Chemical Engineer). Dan pada waktu mencari kerja atau bekerja kelak akan mengalami kesulitan bila mahasiswa tersebut mengabdi di bidang ilmu kimia. Ini hanya sekelumit kerugian fatal yang akan terjadi sebagai akibat PERSELINGKUHAN pendidikan. Mahasiswa yang menjadi korban perselingkuhan pendidikan tersebut tidak bias kompetitif dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.

Dari sisi pelaksana pendidikan, katakanlah dosen, kepala Laboratorium atau asisten laboratorium yang melacurkan hakekat pendidikan dengan cara meluluskan atau memberikan data-data tanpa melakukan praktikum sebagaimana yang ada dalam selabus maka pelaksana pendidikan tersebut telah berbuat sesuatu yang TIDAK BERMORAL, hanya demi KKN (uang recehan, pertemanan dan nepotisme) mengorbankan si Mahasiswa dan Lembaga pendidikan yang tujuannya untuk mencerdaskan bangsa (membuat mahasiswa menjadi melek ilmu).

Demi untuk mecitrakan TEKNIK KIMIA USU sebagai lembaga pendidikan yang benar, bermoral dan kompetitif dalam kwalitas alumninya, maka praktek pembisnisan praktikum harus segera di bumihanguskan !

Adapun praktikum yang ditempuh oleh mahasiswa adalah sbb:
Semester II : TKK114 Praktikum Fisika Dasar (1) Semester III : TKK215 Praktikum Kimia Analitik (1 TKK217 Praktikum Kimia Organik (1) Semester IV : TKK216 Praktikum Kimia Fisika (1) Semester V : TKK311 Praktikum Operasi Teknik Kimia (2)
TKK313 Praktikum Bioproses (1) Semester VI : TKK314 Praktikum Proses Industri Kimia (2) Semester VIII : TKK404 Kerja Praktek dan Seminar (2)

Teman-teman alumni, para senior kami minta pendapat anda, silahkan tulis di kolom komentar.

TEKNIK KIMIA USU HARUS MURNI SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN !

Kalau mau cari uang, banyak cara berbisnis tanpa Melacurkan Pendidikan dan berselingkuh !
Salam Sukses Selalu
Moderator

9 Tanggapan

  1. Kejadian ini sangat disayangkan dan memprihatinkan !

    Ini adalah akibat konspirasi besar-besaran di USU mulai dari Pimpinan Universitas, Fakultas dan Lembaga-lembaga, Jurusan/program studi dan lembaga kemahasiswaan seperti BEM?PEMA dan Ikatan Mahasiswa. Karena saling berkonspirasi maka semakin menjadi-jadilah tindakan tidak bermoral.

    Dan ini sebenarnya tugas Pengurus Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia kalau fungsinya benar !

    Disana ada teman-teman dosen seperti Sri Maulina Harahap, Lilis Sukeksi, Turmuji, Mohammad Yusuf Ritonga, apakah kalian juga bagian dari PELACURAN PENDIDIKAN TERSEBUT kawan ?

    Dan terlebih-lebih yth Ibu Profesor Setiaty Pandia, bagaimana Ibu ? Kenapa hal ini bisa terjadi ? Out of your control or had another reason ?

    Alumni jangan diam, kita perbaiki keadaan ini.
    Terima kasih

  2. Bukan rahasia umum lagi, kalau mahasiswa swasta yang nota bene bayar ke TK USU untuk praktikum lebih diutamakan dari pada mahasiswa reguler S-1 yang empunya lab.

    Memang USU pas bangat di SUMUT (semua urusan mesti uang tunai).

    Jangan dibilang dosen kagak tau, tau case ini tapi uang is number one.

  3. IMATEK?
    Apakah sudah hidup kembali?
    Bukannya sudah dibunuh tahun 1998 oleh dosen2 yang mengaku……..
    IMATEK dibunuh tetapi uang iuran IMATEK ditarik terus pada saat pengisian KRS….
    Cucian deh melihat TK USU.
    Kalau boleh tahu kapan IMATEk lahir lagi?

  4. sebaiknya diselidiki dulu, jangan sampai menuduh tanpa bukti..

  5. Buat alumni,…sangat keliru bila qt saling menyalahkan usu (segala sesuatu pakai uang),setau saya zaman saya kuliah angkatan 2000 mahasiswa itu pada menengah kebawah semua,mau bayar pakai apa,makan aja susah. kalo masalah lab memang benar,tidak praktikum tetapi dapat data,tapi itu dikarena alatnya yang rusak”coba dipikir alatnya dari tahun berapa”,kadang2 kalo tidak diberi data dalam kurikulum ada serba salah,sedangkan asisten dituntut nilai mesti ada nilai,sedangkan dosennya tidak peduli alatnya rusak karena bukan tanggung jawab dy (pakai uangnya).Dan sistim ini juga tidak bs disalahkan dosen maupun ketua jurusan karena duitnya pun belum datang atau dipotong2 oleh atasan2 ato org biro..Nach bila para alumni berani bicara berarti berani bertanggung jawab alias kumpul duit buat memajukan adik2 alumni(ada yang maukah?)

  6. Hai bung Askod apa kabar?
    Gak usah formal formal kali ya ngomongnya.
    Maaf terlambat menanggapi tulisannya. Benar seperti yang dik Chadijah dan Abujhonny katakan sebaiknya diselidiki dahulu sumber beritanya, apakah memang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan, kalau memang bisa dipertanggung jawabkan, kan jaman sekarang tidak bisa seperti itu lagi, sedangkan mentri, gubernur dan pejabat tinggi lain aja bisa diproses hukum, apalagi kami yang hanya pegawai biasa. Mungkin web ini masih banyak belum diketahui dosen yang lain, sehingga kurang tanggapan mengenai kasus ini. Saya pribadi rasanya sangat miris mendengar tuduhan seperti itu. Saya rasa teman lain sependapat dengan saya, tidak akan pernah kami mau melacurkan dunia pendidikan, karena saya tahu sewaktu melamar jadi dosen tujuan kami adalah bukan untuk menjadi kaya, karena dengan menjual nilai dengan harga sangat tinggi pun kami tidak akan bisa menjadi kaya, saya rasa kita sama2 alumni TK jadi kalau untuk urusan hitung menghitung pasti semua jagonya (iyakan, hehehe).
    Apalagi sebagian besar alumni kita kan udah pada jadi orang semua dan pasti mereka telah menikmati suka dukanya jadi mahasiswa TK USU, mungkin karena kekurangan fasilitas itulah membuat kita menjadi lebih kreatif dan survive diluar sehingga bisa menjadi spt skrg.
    Alangkah baiknya jika forum ini kita jadikan ajang diskusi yang bermanfaat, untuk memajukan almamater kita, memperbaiki sistem yg kita rasa sudah tidak layak daripada kita ribut asik saling menuduh dan menyalahkan saja.
    Okey adik-adik (boleh ya saya sebut begitu karena saya memang anak paling tua kan hehe) alumni, gimana tanggapan atas saran saya tersebut.

  7. Assalamu’alaik..

    MELACURKAN ???
    Saya rasa kata ini sedikit berlebihan. Karena, kita harus liat dulu dan komparasi bagaimana kejadian di masa ‘dulu’ sama sekarang…
    Saya 65% sepakat dengan pernyataan Bu Lilis di milist sebelumnya.
    Masalah uang ‘terbang’ di laboratorium, sekarang menjadi suatu dilema. Misal, bahan dan alat praktikum yang habis atau rusak, sudah kita (asisten dan kalab) laporkan ke pihak Dekanat (bahkan asisten beberapa lab sering juga me-list bahan dan alat yang diperlukan), namun (entah apa yang terjadi di ‘atas’)… dengan birokrasi yang sedikit agak ‘jauh’ dan ‘melelahkan’, para asisten dan kepala lab harus memutar otak agar praktikum dan tanggung jawab kepada kurikulum tetap jalan. Menurut pembaca, bagaimana solusinya???
    Masalahnya sekarang adalah bukan mencari “ini salah siapa?’…
    sebagai stambuk 05 (yang masih akan menjalani beberapa lab lagi) saya juga sedikit was-was dengan ‘pengeluaran tak terduga lab’..

    Mungkin melalui forum ini, seluruh elemen TEKIM USU termasuk Abang/Kakak Alumni bisa menginspirasi Para Asisten dan KaLab agar lebih kreatif lagi menyelesaikan dilema ini… Agar di lab gak ada ‘jualan’ lagi…
    Hehehe…
    Terimakasih…
    Wassalamu’alaik…

  8. Salam hangat

    saya yakin moderator mengangkat opini ini adalah untuk mencari jalan yang terbaik menyelesaikan ‘skandal’ praktikum di TK USU, baiklah mungkin saya akan memberikan sedikit gambaran..

    Kalau saya baca sejarah TK, baru pada sekitar tahun 1985-86 alat praktikum tersedia walaupun seadanya. Nah jadi karena sudah berpuluh-puluh tahun tu alat ada dan perawatannya kurang baik maka banyak alat yang rusak selain itu juga tidak adanya penambahan alat2 baru, beberapa asisten telah meminta alat yang dibutuhkan tetapi yang datang adalah alat yang tidak diharapkan. hal ini sudah dibicarakan dengan pihak departemen hingga dekanat tetapi tidak ada tindak lanjut sehingga mau tidak mau kita harus berjuang sendiri memperbaiki alat yang rusak tersebut masalahnya banyak alat2 yang petunjuk manualnya sudah hilang jadi kita tidak dapat memperbaikinya tetapi kita juga mencoba untuk meminta pada perusahaan yang membuat alat tersebut dan diberikan kembali manualnya sehingga kita bisa memperbaikinya. Contohnya adalah laboratorium OTK yang sekarang hampir semua alatnya bisa dipakai sehingga mahasiswa benar2 bisa memahami prinsip2 dasar satuan operasi seperti absorbsi, destilasi, perpindahan panas, pencampuran, pengeringan dll. Untuk bahan lebih parah lagi terkadang bahan yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi oleh pihak dekanat sehingga kita mengupayakan membeli bahan tersebut dengan dana operasional lab agar praktikun dapat berjalan walaupun dana yang ada terkadang tidak mencukupi…
    jadi disini saya ingin mengatakan bahwa praktek bisnis praktikum tidak sepenuhnya benar…dan sekarang mari kita semua memikirkan cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini…

  9. haduh,, saya sendiri merasa kecewa!!! sangat kecewa dengan adanya bisnis uang serong seperti ini,,
    saya adalah seorang mahasiswa teknik kimia yang merasa dibebani dengan adanya uang modul yang begitu besar / mahal tetapi tidak transparan kemana uang itu,,
    saya sangat prihatin,
    tapi saya tidak bisa berbuat apa – apa karena kalo ga bayar, pasti dicoret namanya,
    mau tak mau,

    kaLab berdalih saja dengan uang modul dan jilid,padahal biaya itu tidak semahal yang kita bayarkan,
    tolong kakak2 dan abg2 alumni yang masih berkecimpung di teknik kimia USU membantu (dosen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: