MENCARI SOLUSI KRISIS ENERGI NASIONAL

* Diskusi Nasional PATI
Acara dibuka langsung oleh ketua umum PATI yaitu DR. Ir. Tampubolon, dimana dalam sambutannya, beliau menyinggung mengenai kebijakan di bidang energi. Beliau mengharapkan sumbangan perspektif mengenai Kebijakan Energi Nasional dari peserta disikusi sore hari ini.

PATI dan CTID terpanggil untuk ikut memikirkan mengenai kebijakan energi di Indonesia serta peran serta masyarakat pada umumnya dan khususnya para peserta diskusi hari ini. Dimana hasil diskusi tanggal 4 agustus 2008 akan menjadi bahan laporan dan akan disampaikan ke Pemimpin Nasional yaitu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Berikutnya, acara langsung dipimpin oleh Bapak Anggoro, diskusi mengenai mencari solusi krisis energi nasional. Dalam presentasinya, beliau banyak menyinggung mengenai kebijakan energi nasional dan peran ahli teknik dalam kabinet pemerintahan selama ini, yang menurutnya masih sering mengenyampingkan peran dari para teknokrat yang ada.

Pandangan beliau mengenai kebijakan energy nasional dipaparkan secara lengkap dan ringkas dalam presentasi beliau di depan para peserta diskusi yang terdiri dari beberapa kalangan seperti pengamat politik nasional, pejabat PLN, Pertamina, Anggota DPR, serta dari anggota Pengurus Pusat PATI dan CTID.

Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Ir. Hartarto yang juga selaku pembicara dalam diskusi tersebut, bersama dengan DR. Ir. GM. Tampubolon, DR. Ir. Vincent T. Radja, Ir. Timbul Sinaga MH dan Bapak Anggoro sebagai Moderatornya.

Dalam pemaparannya, Ir. Hartarto menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan kebijakan energi nasional yang sekarang banyak tidak berpihak kepada rakyat selaku pengguna yang potensial.

Dalam pembahasannya beliau juga menghimbau peserta diskusi untuk dapat membaca buku beliau “Visi Indonesia 2020” yang berisikan banyak hal berkaitan dengan pembangunan bangsa ini termasuk kaitannya dengan krisis energi yang sedang melanda negeri ini.

Pembahasan disampaikan oleh Bapak Erlangga Hartarto salah satunya menyinggung masalah Cost recovery di bidang energi, berkaitan dengan krisis yang ada sekarang.

Dewan Energi Nasional dibentuk untuk mengatasi krisis energi yang ada sekarang ini, dan juga permasalahan ini tidak bisa ditangani oleh satu orang saja paparnya.

Selanjutnya, moderator menanyakan berapa besar cost recovery dapat mengatasi permasalahan ini?

Selanjutnya, pak Erlangga Hartarto menjelaskan mengenai pentingnya dilakukan cost recovery di bidang energi dan beberapa hal yang menyebabkan hal ini perlu dilakukan, diantaranya adalah; pertama, pihak BP Migas tidak punya neraca awal; kedua, KPK menurutnya hanya memblow up issue-issue yang ada; ketiga, satu hal yang belum pernah diungkapkan adalah rekening BP Migas masuk ke rekening Bank Indonesia bukan ke rekening Keuangan.

Dari pengamat politik turut juga memnberikan pandangannya mengenai permasalahan di bidang energy ini, salah satunya adalah bapak Prof. DR. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA ; dimana menurut beliau mengutip apa yang disampaikan oleh Ir. Hartarto, bahwa ciri sorang teknokrat adalah membuat yang susah menjadi mudah. Namun sekarang ini yang terjadi malah sebaliknya dan teknokrat pun jarang dilibatkan dalam hal pengambilan keputusan terutama hal yang berkaitan dengan teknologi.

Disamping itu, pak hartarto juga menghimbau perlu juga dilakukan penelitian yang berkelanjutan dengan melibatkan para teknokrat yang ada mengenai Energy bio fuel. Sehingga dengan adanya energy alternative tersebut dapat memberikan solusi yang berarti bagi krisis energy yang terjadi sekarang ini, dimana energy ealternatif ini harus bisa dilaksanakan baik itu secara teknologi maupun ekonomi.

Dalam lanjutan bahasannya, beliau juga mengatakan bahwa BBM juga bisa dipecahkan masalahnya dengan pengolahan batu bara yang professional dengan melibatkan orang-orang yang kompeten dibidangnya.

Sementara pada kesempatan lain sewaktu bertemu menteri perindustrian Fahmi Idris di Jakarta, Ketua PP PATI yang juga Ketua LS PATI Ir. Timbul Sinaga MH, menuturkan, PATI telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk turut mengatasi dan meningkatkan permasalahan yang ada di bangsa kita seperti sertifikasi bagi tenaga teknik di seluruh Indonesia. “Banyak lulusan SMK teknik dilatih dan disertifikasi di PATI. Untuk dapat bekerja, kita fasilitasi ke badan usaha jasa konstruksi. Hasilnya lumayan, banyak yang sudah bekerja,” ujarnya. Namun dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, Ir. Timbul Sinaga MH mengeluhkan tentang minimnya fasilitas pelatihan yang tersedia bagi tenaga teknik. “Kami meminta agar Bapak Menteri berkenan membantu kami dalam hal fasilitas pelatihan bagi tenaga teknik. Menteri Erman Suparno menyambut baik permintaan PATI. “Jujur pak, hampir 90 persen fasilitas balai latihan kerja (BLK) yang ada di lingkungan Depnakertrans sudah usang, namun masih ada beberapa diantaranya masih pantas digunakan, nanti PATI boleh pakai,” ujarnya.

Dan juga ketika bertemu Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno Ketua LS PATI Ir. Timbul Sinaga MH menguraikan tentang proses sertifikasi keahlian PATI. Dalam uraiannya, Ir. Timbul Sinaga MH menyampaikan, pihaknya sudah diminta di berbagai daerah untuk melaksanakan sertifikasi untuk subbidang baru. “Banyak permintaan dari daerah, supaya segera dilaksanakan sertifikasi bagi anggota di daerahnya. Namun karena banyak hal yang masih perlu dipersiapkan, maka kami masih menunda, sampai kita benar-benar siap,” ujarnya. Kepada para asesor, Ir. Timbul Sinaga MH menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu, tolong bantu kami untuk mensukseskan sertifikasi di seluruh wilayah,

4 Tanggapan

  1. Wah hebat kali lae Sinaga permainan dengan menteri ya pak, apa bisa aproach ke mendiknas agar tk usu ada perhatian sikitlah.

    salam sukses ya.

  2. ide yang baik dan bermanfaat

  3. Selamat bung Sinaga, saya senang banyak alumni tk USU yang sukses.

    Horas

  4. mohon informasi yang kongkrit potensi energi apa saja yang ada di Sumatera Utara dan bagaimana menkonversinya menjadi energi yang terpakai. Misalnya janjangan sawit, bagaima merubahnya menjadi energi….dst…dst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: