NANOTEKNOLOGI, SOLUSI CERDAS BERANTAS KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN

Dalam rangkaian ulang tahun ke – XXII, Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) mengadakan seminar teknologi yang dirangkai dengan Konperensi Kerja, bertempat di Gedung Indosat Jakarta Pusat, 31 Agustus 2007 lalu. Pemilihan nanoteknologi sebagai topik seminar, menurut Ketua Umum Pengurus Pusat PATI, Dr. Ir. G.M. Tampubolon, karena potensi yang luar biasa dari nanoteknologi, yang diperkirakan akan sanggup merevolusi budaya dan tatanan kehidupan manusia di masa depan

Pembicara yang diundang Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Peneliti Nanoteknologi LIPI, dalam paparannya mengungkapkan, Indonesia dengan sumber daya alam yang luar biasa memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan nanoteknologi. ”Pengembangan nanoteknologi di Indononesia sebaiknya diarahkan untuk mengolah dan memberikan pertambahan nilai secara signifikan bagi sumber daya alam Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya. Pembicara lainnya, Bayu, mewakili Direktur Utama PT. Indosat memberikan pendapat yang sama. Menurut Bayu, untuk masa mendatang industri telekomunikasi akan menggunakan nanoteknolog. Agar membawa manfaat bagi masyarakat, Bayu meminta agar pemerintah konsisten dan bersedia menyediakan anggaran yang memadai untuk mendukungkegiatan penelitian di bidang nanoteknologi.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang menjadi keynote speaker pada seminar ini, dalam sambutannya yang disampaikan M. Setiono, mengatakan Pemerintah akan senantiasa mendorong pemanfaatan nanoteknologi untuk meningkatkan daya saing industri. ”Saya sangat setuju bahwa nanoteknologi harus kita kuasai apabila kita ingin berkiprah dalam persaingan global dan sekaligus dalam pencapaian visi 2030,” ujarnya. Pendapat senada disampaikan Menteri Riset dan Teknologi Dr. Ir. Kusmayanto Kadiman, yang juga menjadi keynote speaker, dengan topik, Nanoteknologi dan Riset”. Namun menurut Kusmayanto, yang diwakili oleh Deputi Menteri Ristek Bambang Sapto, pengembangan nanoteknologi terkendala dengan dana yang sangat besar. Untuk itu, Kusmayanto menyarankan agar dunia swasta dan industri memberikan dukungan untuk pengembangan nanoteknologi di Indonesia.

NANOTEKNOLOGI, SOLUSI CERDAS

BERANTAS KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN

Pembicara yang diundang Dr. Nurul Taufiqu Rochman, Peneliti Nanoteknologi LIPI, dalam paparannya mengungkapkan, Indonesia dengan sumber daya alam yang luar biasa memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan nanoteknologi. ”Pengembangan nanoteknologi di Indononesia sebaiknya diarahkan untuk mengolah dan memberikan pertambahan nilai secara signifikan bagi sumber daya alam Indonesia, sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya. Pembicara lainnya, Bayu, mewakili Direktur Utama PT. Indosat memberikan pendapat yang sama. Menurut Bayu, untuk masa mendatang industri telekomunikasi akan menggunakan nanoteknolog. Agar membawa manfaat bagi masyarakat, Bayu meminta agar pemerintah konsisten dan bersedia menyediakan anggaran yang memadai untuk mendukungkegiatan penelitian di bidang nanoteknologi.

Materi Konperensi sendiri membahas 2 hal, yaitu Gerakan Nasional Teknologi (GNT) dan Sertifikasi Tenaga Teknik. Sekretaris Jenderal PP PATI Dr. Ir. Vincent T. Radja dalam pengantar materi GNT mengungkapkan, GNT adalah bentuk nyata dari upaya aktualisasi peran teknologi sebagai elemen kunci pembangunan nasional. GNT bersifat nasional dan bermaksud untuk melibatkan segenap komponen bangsa. Dimensi politisnya, GNT ditujukan untuk pada akhirnya teknologi dijadikan Elemen Kunci Pembangunan Nasional. PATI sebagai inisiator GNT mentargetkan bahwa PATI Wilayah menjadi ujung tombak dalam menjadikan Teknologi sebagai elemen Kunci Pembangunan

Menurut Vincent, GNT sendiri dipaparkan dihadapan Presiden Megawati pada tahun 2002, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 lalu. Sejauh ini GNT telah sukses dilaksanakan di 3 Propinsi yaitu Jambi, Gorontalo dan Banten, yang ditandai dengan dinyatakannya Teknologi sebagai Elemen Kunci Pembangunan Daerah di 3 Propinsi tersebut. PATI Wilayah lainnya diharapkan untuk mengusahakan deklarasi diatas di wilayahnya masing-masing. Vincent menambahkan, esensi dari GNT adalah menunjukkan pada dua hal pokok, pertama, peran teknologi dalam mengatasi pengangguran dan perluasan lapangan kerja. Kedua, teknologi harus dijadikan elemen kunci pembangunan nasional.

Materi kedua, dengan topik Sertifikasi Tenaga Teknik disampaikan oleh Ir. Timbul Sinaga,MHum Ketua Lembaga Sertifikasi PATI Pusat. Dalam paparannya, Timbul menguraikan sertifikasi yang telah dilaksanakan LS PATI di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Timbul yang juga Ketua Panitia Seminat/Konperensi PATI, pelaksanaan sertifikasi merupakan amanat UU No. 18 Tahun 1999 yang mewajibkan tenaga kerja yang bekerja di sektor jasa konstruksi harus memiliki sertifikat keterampillan kerja (SKTK) dan/atau sertifikat keahlian (SKA).

Menurut Timbul, sertifikasi yang dilaksanakan LS PATI selama ini sudah berjalan dengan baik. “Kita sudah melaksanakan sertifikasi hampir di semua propinsi. Walaupun di sana sini ada kekurangan, pada umumnya hasilnya bagus dan memuaskan semua pihak,” ujarnya. Agar sertifikasi dapat terlaksana semakin baik pada masa mendatang, Timbul menyarankan agar Pengurus Wilayah dapat membentuk Lembaga Sertifikasi Wilayah. Selain itu, Pengurus Wilayah diminta untuk proaktif membangun hubungan dengan pengurus asosiasi perusahaan di daerah, sekaligus mempromosikan sertifikasi PATI di wilayah masing-masing. Hal yang tidak kalah pentingnya, kata Timbul, agar Pengurus Wilayah merintis dan membangun kerjasama dengan institusi diklat di daerah. “Sertifikasi butuh tempat dan fasilitas uji kompetensi, Pengurus Wilayah PATI di daerah perlu mendekati pimpinan institusi Diklat, demi peningkatan kualitas pelayanan bagi para anggota yang membutuhkan pelaksanaan sertifikasi di daerah masing-masing,” ujarnya. Sejauh ini, tambah Timbul, pihaknya sedang mengajukan perluasan/penambahan sub bidang akreditasi SKTK dan SKA ke LPJKN. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sub bidang sertifikasi PATI dapat kita tambah, supaya pelayanan kita semakin sempurna,” ujarnya.

7 Tanggapan

  1. Horas bang Sinaga..makin mantap aja abang-abang awak nih.
    selamat dan sukses ya

  2. Horas Tulang Sinaga

    Maaf saya bukan alumni TK USU hanya saya kebetulan browsing ketemu paman saya Ir. Timbul Sinaga, sekalian aja kasih komentar.

    Tulang Sinaga masih ingat nggak sama saya, sekarang saya ada di Batam. gimana kabar keluarga di Jakarta, semoga baik-baik semua.

    Salam buat semua keluarga

    Bona Silalahi

  3. Maantaaaaap!!!!

    Selamat dan sukses buat para alumni TK’USU

    Salam buat Bang Naga….
    Eddy Siregar

  4. Hebat juga ya bang Timbul ini, padahal dulu latihan pidato dibawah pokok rindang depan FT lama.

    Salam,
    Rahmat Sitepu

  5. Pak Sinaga luar biasa, inilah nilai tambah klo lama tammatnya banyak latihan bermasyarakat waktu mahasiswa.

    sukses ya pak BPM

  6. Horas..majuah-juah silih sinaga gimana kabar teman2 kita yang lain, saya dengar lae jujuren ada di Purwakarta ya dengan tommy kaban.

    salam buat buat semuanya
    iwan-kaltim

  7. syaloom…….!
    maaf nyelonong masuk….
    saya bukan alumni Tekim, tapi tetap usu juga. Kebetulan browsing..ya saya liat nama pak Timbul Sinaga, kayaknya ga asing deh nama itu bagi saya.
    sukses selalu pak sinaga ya…jayalah LS-PATI, salam buat rekan yang bekerja di LS-PATI.
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: