1985, DEMO MAHASISWA T.KIMIA USU YANG SANGAT BERANI !

Saya tidak ingat pesis tanggal dan harinya, barangkali ada teman-teman yang masih ingat. Tetapi kira-kira pertengahan tahun 1985 di Kampus FT USU yang masih gedung Tampomas, begitu mhswa menyebut gedung kuliah FT yang kayak kotak-kotak berlantai 4.

Tahun 1985 berarti yg masuk angkatan ‘79 sudah 6 tahun, angkatan ‘80 sudah 5 tahun, angkt.’81 sudah 4 tahun, sedangkan kurikulum hanya 9 semester atau 4,5 tahun seharusnya mahasiswa sudah tammat. Namun apa lacur..????

Setiap hari mhsw/i datang ke kampus hanya ngobrol ngalor ngidul doang. Bagi yang rajin (nyontek, ngejilat, dll yg aneh-aneh ?, sorry Bro gw buka kartu loe semua…hehehe) tentu mata kuliah yang bukan praktikum sudah selesai, kecuali mata kuliah bersyarat artinya mata kuliah A bisa diambil jika praktek X sudah dilaksanakan dan lulus.

Jadilah penumpukan mahasiswa/i untuk ngantri klo ada kesempatan Praktikum seperti Lab. Proses, Lab. OTK namun pada waktu itu (’85) belum ada Lab.nya di FT USU, klo kawan-kawan yang melesat itu praktikumnya nebeng ke pabrik-pabrik/PTP, Lha ini membutuhkan kelebihan finansial dan koneksitas. Kaum rakyat jelata..? habislah kau…hehehe, melongok-longok aja kau dibawah pohon beringin tiap hari.

Akhirnya didasari oleh kesenasib dan sepenanggungan, kapan Ir…diraih, status gak jelas, pacar, calon mertua, tunangan, orang tua, sanak saudara sudah tak bisa nerima alasan lagi tidak tamat-tamat, kenapa si Poltak sama si Butet tak kunjung-kunjung diwisuda, sudah dianggap pagobang, aset-aset seperti KCM (kereta calon mertua), supplai budget sudah ditarik atau dihentikan dari para donatur………pokoknya kebanggaan menjadi mhsw/i TK sudah mulai terdegradasi.

Para Pengurus IMATEK menyadari penyusutan nilai mhsw/i TK tersebut, maka diadakanlah pertemuan yang sangat rahasia ( ini masih zaman Soeharto coy.!, Orde Baru,… jangan macam-macam bikin demo, nanti ke jalan Gandi kau..!!!) inisiator mengambil tempat pertemuan di pinggir sungai di Tanjung Sari. Memantapkan rencana aksi demontrasi dengan rute mulai dari Kantor IMATEK menuju Biro Rektor dibawah Komando dan Tanggung Jawab Pengurus IMATEK pimpinan Bapak Loni Gulo ( hebat kali orang Nias yang satu ini, dimana kau sekarang Gulo…!!!) Pak Gulo ini angkatan’80.

Isi tuntutan demonstrasi : Kami mhsw/i TK FT USU sudah kuliah 6, atau 5, atau 4 tahun tapi belum selesai praktikum karena Laboratorium tidak ada. Kenapa pihak Universitas tidak menyediakan, Orang tua Mhsw/i tidak sanggup membiayai mhsw/i terus-menerus kalau begini.

Dengan membawa banyak poster ratusan mahasiswa/i TK berjalan kaki dari Teknik ke Biro Rektor, dari Imatek belok kiri ke FKG, belok kanan ke depan, belok kiri ke jalan di depan REKTORAT. Sesampai di jalan raya itu, buru-buru gerbang Rektorat ditutup, akhirnya mhsw berdiri di jalan raya….semakin lama semakin banyak mhsw lain yang nonton, karena demo pada saat itu merupakan tontonan yg sangat langka.

Brur……………awas penyusupan.! sekejap saja para intel sudah bergentangan dimana-mana. Siang hari sekitar jam 13.00 hari Kamis di bulan September kali..tahun 1985. Panasnya matahari tidak ketulungan, tapi demi perjuangan akan masa depan ditahan-tahan saja oleh rekan-rekan mahasiswa. Terjadilah tawar-menawar antara pimpiman IMATEK dengan utusan Rektor, mhswa ingin agar Rektor keluar menemui mhswa. Tetapi Rektor Bapak AP Parlindungan tak berani..!!! hehehe. Mantap pula koordinasinya ya.

Negosiasi tercapai beberapa mahasiswa dan PENGURUS IMATEK diizinkan bertemu dengan Rektor dan Pembantu rektor didampingi Dekan dan pembantu dekan Fakultas Teknik, Sementara ratusan rekan-rekan mahasiswa tetap menunggu di jalanan.

Yang didalam sedang berdebat sengit meminta kepastian pengadaan laboratorium dengan Pihak Rektor yang selalu mengatakan TIDAK ADA DANA untuk membeli peralatan Laboratorium.

Sedangkan Mahasiswa meminta kepastian kapan bisa menyelesaikan SKS yang dipraktekkan di Laboratorium ini seperti Lab. Proses TK dan Lab OTK……nah…..lho.

Tawar-menawar ini penuh intimidasi di zaman orde baru, personil-personil inteligen mondar-mandir ke ruangan pertemuan dengan mata penuh sorotan tajam kepada mahasiswa. Teror coi…..siapa takut ! emang gw anak bawang ??? hehehe,,,,ini masalah masa depan bung………..jangan macam-macam, pilihan cuman 2 menjadi IR ……….atau tidak sama sekali !!! Nah…..disini terjadi adu mental baja….masak mahasiswa udah tahunan di kampus dengan segala macam teoritisnya takut sama si kopral…………..

Yang diluar mahasiswa bernyanyi-nyanyi sambil mengumpulkan uang buat minum dari mahasiswa T.Kimia maupun mahasiswa yang lewat disana dan hasil inisiatip rekan-rekan ini bisa dapat uang untuk membeli kue-kue buat ngeganjal perut, bayangin makan siang belum ! sedangkan keluar dari ruangan Rektor kira-kira jam 3 sore untuk diteruskan pembicaraan yang dihadiri secara menyeluruh mahasiswa di Ruang Dekan FT, yang dimulai jam 4 karena Pak Rektor takut datang ke FT kalau tidak safety, dan pertemuan ini berakhir sekitar magrib.

Apa yang sangat terkesan pada Demo tersebut ?

Pertama ada kesadaran yang sama pada hampir seluruh mahasiswa/i TK bahwa ini kepentingan bersama, siapa yang takut terlihat dengan rektor, dekan atau dosen yang lain. Diminta jangan menghalangi atau jangan nampakkan batang hidungmu ! Biasa, didalam suatu perjuangan pasti ada yang namanya kibus, penjilat dan semacamnya, apalagi jika kawan-kawan ini merasa dekat dengan pimpinan Universitas atau Fakultas atau Jurusan…..hehehe ketahuan kau penjilat !!! Tapi jangan ganggu aksi kami, kalau kau mau ganggu, kau akan terima resikonya, akan kami gotong kau dari rumahmu atau tempat kostmu, kira-kira seperti pesan SMS yang dikirim via telepati (karena waktu itu belum ada HP, dan yang bertugas metelepati pada waktu itu adalah Dukun SAUT MANALU, he..dimana kau sekarang Saut..udah kau lunasi biaya hidupmu selama nebeng di rumah calon mertua ?, canda bos) kepada rekan-rekan penjilat alias kibus. Disini teman-teman yang tak mau terlibat sangat pengertian dengan cara mereka menjauh dari arena demo, terima kasih bung jadilah kau dosen sekarang..hehehe.

Kedua rekan-rekan Pengurus IMATEK dan para inisiator demo sangat kompak, katakanlah seperti Umi Kalsum Harahap, Benny Aruan, Dewi Astina, Mangatur Pardede, Oberlin Hutagalung, Hj Dewi Pane, Iskandar Farouk, Polma suami Umi, Manahan Simanjuntak, Togu, Tua Raja Sijabat, Helman, Aman, Tampil Ginting, dll dari angkatan ’79 sampai angkatan ’83lah yang demo waktu itu. Saat itu tak ada pemikiran ini aksi demo orang Batak, orang Karo, Orang Mandailing, orang Melayu atau aksi demo orang Kristen atau orang Islam. Satu kepentingan ! TAK ADA LABORATORIUM, KAU TAK TAMAT KALAU UANGMU TIDAK BANYAK UTK PRAKTEK DI TEMPAT LAIN.

Ketiga, Kepemimpinan IMATEK, sekarang mungkin sudah jadi Himatek ya, yang dapat meyakini rekan-rekan mahasiswa secara keseluruhan dan kebanyakan mahasiswa meyakini kepemimpinan Pengurus Imatek akan memperjuangkan kepentingan bersama. Kondisi ini sangat terlihat ketika negosiasi dengan Rektor di ruangan rektor, semua mahasiswa yang masuk ruangan MEMILIKI SATU BAHASA, HARUS ADA SOLUSI PRAKTIKUM DALAM WAKTU 1 BULAN, TIDAK ADA TAWAR-MENAWAR. Dan itu tercapai..hehehe. Padahal Berhadap-hadapan Pengurus Imatek beserta utusan lainnya dengan Rektor, Dekan, PR III, PR I, PD III didalam satu meja, dengan mata saling menerkam, si intel juga dengan kumisnya mondar-mandir sambil melototin matanya, Seakan-akan berkata, tak takut kau sama aku ? mahasiswa juga membalas dengan sorotan mata cuek, seakan-akan menjawab, Apa kau kopral, tak ngerti kau ini ! Ini masalah ilmiah….hehehe

Dialog antara pengurus IMATEK dan delegasi yang bertemu dengan Rektor Prof.AP Parlindungan SH dan jajarannya kira-kira sebagai berikut :

Setelah basa basi dengan kata pengantar segala,

Rektor (R) berkata :

Ada apa masalah kalian, kenapa tidak langsung beritahukan kepada saya atau staf saya seperti pak Dekan Ir. Sofyan Siregar atau pak Drs.AR.Hamidi ketua jurusan kalian, kenapa mesti rame-rame seperti ini dengan mengerahkan mahasiswa segala, ini kan memalukan kita terhadap pihak lain.

Mahasiswa (M) berkata :

Begini Pak, kami ini sudah ada yang 6 tahun, 5 tahun, 4 tahun menjadi mahasiswa, ada yang sudah hampir habis mata kuliah, namun belum bisa tamat-tamat, karena ada praktikum yang belum bisa kami laksanakan karena Laboratoriumnya tidak ada. Kami sudah sampaikan hal ini kepada bapak Ketua Jurusan dan Dekan, namun jawaban yang pasti mengenai solusinya tidak kami dapatkan. ( si mahasiswa sambil melirik kearah pak Dekan)..jadi orang tua kami sudah kehabisan biaya untuk menyekolahkan kami namun belum bisa tamat-tamat. Kenapa dulu Pihak Universitas menerima mahasiswa baru kalau tidak sanggup menyediakan peralatan Laboratorium…..

Kedaan semakin panas dan penuh keheningan, namun juru bicara mahasiswa  menyampaikan serangan-serangan mautnya.

Lanjutnya, bagaimana mungkin tidak ada dana buat membeli peralatan laboratorium yang merupakan pendukung penyelesaian SKS yang sudah dibakukan oleh pihak Universitas, sedangkan dana untuk pembangunan gedung ada dengan menambah gedung-gedung baru dan dana mengirim dosen-dosen untuk sekolah ke luar negeri tersedia, Jadi sangat tidak masuk akal kalau alasannya karena dana tidak ada.

posisi 1- 0

apa kira-kira jawaban Rektor ? …ya belum di HP/telepati oleh rekan-rekan yang masuk ruangan rektor pada saat itu…sabar ya

15 Tanggapan

  1. Seru sekali,…merinding aku membayanginya.
    Teruskan ceritanya dong mbak Juwita, kita udah tak sabar nih.

  2. akh…..tak ada apa apanya lae Marihot ! Masak kau orang taput takut kau sama para dalle. Orang Batak apa kau itu.
    Yang penting Lisssoiiii dululah kau…..hehehe
    Horas

    Lae hamuna sian Tapsel, marga Sitompul aku

  3. Sudah aku bilang, padang Bulan itu daerah orang karo, aku kepala preman Kampus USU.

    Lihat saja setiap jenjang Pimpinan lit karonya PR pasti dapat jatah orang Karo, PDnya juga pasti dapat jatah orang Karo, kalau nggak mugil kerina. Makanya mereka takut sama orang Karo.

  4. Benar juga si Pendekar Karo tuh, Makanya Setiaty Pandia bisa melejit jadi profesor padahal dulu orang di bandung, kata abang saya, dibawah rata-rata tuh dia.

    Tapi tanda tanya juga ada Merek Sembiring si otak jenius, kenapa tak dipromosikan oleh Fakultas atau Universitas utk ambil S2/S3. Heran juga mikirin USU ini.

  5. Iya sih,,asyik juga mengingat demostrasi yang kita bikin tahun 1985 ! Aku ceria sama anak-anakku sekarang, Bapak dulu pernah demonstrasi waktu kuliah,,,

    Sebagai buah DEmonstrasi 4 + 1 rekan-rekan kitta langsung ujian skripsi dan tammat, supaya dibilang orang, Pengelolaan Teknik KImia Bagus. Buktinya 5 mahasiswanya menyelesaikan studinya…hehe

    Tepat waktu lagi alias 5,5 tahun itu yang angkatan 80 si Herbun, Edison dan Si Bertha, dua lainnya Humisar Simanungkalit (Angkatan’79) dan mbak-mbak yang pindahan dari ITS itu satu.

    Tapi yang diplonco sama teman-teman hanya 4 orang. alumni pertama Teknik Kimia USU yaitu :

    1. Herbun Darlin, sekarang ketua alumni Teknik Kimia USU, pernah jadi Presiden Direktur PT, Indo Rayon pulp yang di Porsea dan sekarang memiliki beberapa Perusahaan.

    2. Edison Sihombong, Pengusaha pengolahan limbah dan Profesor dibeberapa Universitas di Jakarta dan Bandung.

    3, Bertha, memiliki beberapa Perusahaan

    4, Humisar Simanungkalit, PNS di kanwil Perindustrian Sumut.

    Pasti banyak alumni lagi yang sukses ya.

  6. Wah, aku jadi teringat ni nostalgia nya……

    Saat itu walau aku baru 2 tahun di sekolah TK…ikut ikutan juga .. bawa spanduk yang panjangnya lebih 1 mtr, walau pun tinggi gue saat itu hanya 1 m.

    Yang bikin gue agak takut dikit, ya saat didepan gerbang rektorat, ada seorang wartawan nanyain macam, macam.Dan beberapa polisi berseragam kalau tidak salah ada logonya Polisi Binmas pada seliweran dkt gue. Wah Gue sudah negatif thinking,, ntar kalau nama gue masuk harian, habis lah gue ,bisa hilang rimbanya spt aksi mhs di Jkt tahun 96’an. Wah kalau foto saat ito bisa kudapat sekarang ,asyik coi.

    Buat pak Loni Gulo salam rindu, Waktu di JKT dulu baru sekali kita pernah ketemu, dan sekarang dimana berada pak.. please your address

    Salam hangat buat Abang2 alumni yg lain

    Njuah-njuah, horas,
    panpadang@yahoo.com

  7. Ada juga yang metik hasilnya, khususnya yang bisa cepat tamat itu lho, trus bisa praktek Proses Kimia dan OTK di perusahaan2 atau di lab kimia lainnya.

    Terima kasih teman-teman

  8. Demo Mahasiswa yang sangat berani.
    Sewaktu pertemuan diruang Dekan FT lantai-2 sore hari pengalaman saya tidak seperti yang digambarkan berita tersebut , saya angkatan ’81 TK dududuk dibelakang bersama kakak kelas Humisar menyimak tanggapan rektor waktu itu, yang saya ingat rektor AP Parlindungan dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa ini terjadi karena masalah komunikasi , tuntutan mahasiswa sesungguhnya adalah masalah equipment yang seharusnya dilengkapi oleh pihak unuversitas , dalam hal ini pihak rektor mendukung aksi mahasiswa, untuk itu mari kita rayakan keberhasilan ini dengan menyanyikan lagi “Padamu Negeri ” sambil berdiri ucap rektor waktu itu, tetapi rektor melihat sosok wartawan dari SIB yang nyelonong disamping kami rektor langsung instruksi untuk mengusir si wartawan tadi, karena dinilai rektor sering membuat berita miring tentang dirinya dan USU. dan akhirnya setelah beberapa bulan kemudian tuntutan mahasiswa di penuhi dan hasilnya mahasiswa TK bisa juga selesai kuliahnya, tetapi perlu juga kita ingat bahwa rektor juga tidak tinggal diam beliau juga ikut melobi pihak luar untuk menjadi dosen di Teknik Kimia USU seperti pak Anwar Nasution dari salah satu PTP mengajar matakuliah industri dan Kimia Organic.
    Demikian saya tuliskan untuk menambahkan masukan dari kakak kita Duma P. apakah masih kriting rambutnya saya juga sudah lupa.

  9. Setuju apa yang dikatakan Bung Hafis mengenai pertemuan di ruang Dekan FT tapi cerita diatas keliatannya belum sampai disana bung…napa ya kok belum ada kelanjutannya ya.

    Cerita diatas kayaknya masih diruangan rektorat dan tak banyak yang ikut kedalam, kita di halaman nyanyi ya.

    tq…and dilanjutkan dong ceritanya sampai tuntas…hehehe

  10. biasa-biasa ajalah, nggak terlalu hebat

  11. okeh abang – abang dan kakak2.. saluuutteee.. tapi sekarang yang jadi pertanyaan lab kita tanpa perkembangan nih..huehuehuheueh,,,

  12. orang kebanyakan senang berjuang untuk kepentingan orang banyak, kenapa saya masih nasibku terpuruk, tolongin aku dong, pikiranku masih mikirin yang kotor aja…..pls

  13. keren bgt abang2 dulu…
    ternyata perjuangannya gitu berat y..
    jdi merasa g tau bersyukur krena sering mengomentari keadaan lab skrg ini, tpi dlihat droi pjuangan abang2 ma kakak dulu, kyaknya nasib kami uda 200x lbh baik he3 y msjipun keadaan lab masih gtu2 lha…
    thx y…

  14. Foto: Corbis

    PRIA dianugerahi keterampilan hebat membuat wanita menikmati orgasme berulang kali. Namun, saat Anda tengah kesulitan membuatnya meraih puncak kenikmatan, apa yang harus dilakukan?

    “Mengenali tipe orgasme pasangan dapat membuat energi keluar secara optimal,” ungkap Psikolog Lisa Turner melalui The Sun.

    Ingat adegan orgasme yang dilakoni Meg Ryan di film “When Harry Met Sally”? Sangat wajar jika pasangan pun ingin “mencicipi” klimaks seperti yang dirasakan Meg Ryan.

    Saat pria dapat membuat pasangannya mencapai The Big O, maka tak hanya membuat kaum wanita melayang hingga langit ketujuh. Tapi, orgasme juga bisa membuat tubuh wanita lebih berenergi.

    “Orgasme yang optimal dapat membantu meningkatkan konsentrasi pada wanita. Tak hanya menyehatkan tubuh, tapi membantu wanita mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Dengan orgasme yang optimal, wanita akan lebih sehat, penuh energi, serta penuh vitalitas,” pungkasnya.

  15. “Smoga k’branian itu menular ke kami..”
    hidoep Tekkim..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: